https://duniadalamcerita.id/ – Washington dan New York siaga tinggi menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap target strategis di Iran. Ketegangan global meningkat tajam setelah AS melancarkan serangan udara yang diklaim sebagai balasan atas serangkaian provokasi dari Iran di kawasan Timur Tengah. Langkah ini langsung memicu respons cepat di dalam negeri, khususnya di dua kota besar tersebut.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) segera menaikkan status kewaspadaan. Petugas keamanan dikerahkan dalam jumlah besar ke berbagai titik, termasuk pusat pemerintahan, fasilitas transportasi, dan lokasi vital lainnya. Patroli bersenjata terlihat di sekitar Gedung Putih, Times Square, hingga stasiun-stasiun kereta bawah tanah utama.

Serangan terhadap Iran sendiri dilakukan dengan dalih membalas serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Menurut Pentagon, serangan ini menargetkan pusat kendali milisi pro-Iran dan gudang persenjataan. Namun, serangan tersebut memicu kekhawatiran akan kemungkinan aksi balasan langsung terhadap wilayah AS.
Washington dan New York siaga tinggi karena dua kota ini dianggap sebagai target simbolik dan strategis. Selain sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, keduanya memiliki sejarah kelam terkait serangan teroris. Oleh karena itu, peningkatan keamanan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga taktis dan preventif.
Presiden AS telah memberikan pernyataan resmi, menyerukan ketenangan namun tetap waspada. Sementara itu, warga diminta untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, namun diminta segera melapor jika melihat hal mencurigakan.
