Trump menuding Zelensky bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam perang Ukraina-Rusia
Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump Salahkan Zelensky, setelah serangan besar-besaran Rusia terhadap Ukraina. Dalam pernyataannya, Trump menyalahkan Zelensky, menganggapnya berbagi tanggung jawab dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, atas tingginya jumlah korban jiwa dalam konflik yang terus berlangsung.
Trump Salahkan Zelensky: “Zelensky Memulai Perang yang Tak Bisa Menang”
Trump menyebut bahwa Zelensky membuat kesalahan besar dengan memulai perang melawan Rusia. “Anda tidak bisa memulai perang dengan negara yang 20 kali lebih besar dari Anda dan berharap bisa menang,” ujarnya di Gedung Putih pada Senin (14/4/2025).
Pernyataan tersebut muncul setelah serangan Rusia yang menewaskan banyak warga sipil di Sumy, Ukraina, yang dianggap sebagai serangan paling mematikan tahun ini. Meski mengutuk serangan itu sebagai “mengerikan,” Trump tetap menyalahkan Zelensky atas situasi yang ada.
Peran NATO dan Respons Zelensky
Di sisi lain, Sekjen NATO, Mark Rutte, mengunjungi Ukraina untuk menunjukkan solidaritas setelah serangan tersebut. Rutte bersama Zelensky mengutuk serangan yang menargetkan warga sipil dan menegaskan bahwa Rusia adalah agresor yang memulai perang ini.
Zelensky sendiri bertindak tegas dengan memecat kepala daerah Sumy, yang diduga mengadakan acara peringatan medali untuk veteran militer pada hari serangan tersebut. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Ukraina menangani setiap insiden yang terjadi di wilayah mereka.
Trump Salahkan Zelensky dan Biden
Selain menyalahkan Zelensky, Trump juga menuding Presiden Joe Biden atas tingginya jumlah korban perang. “Jutaan orang tewas karena tiga orang,” kata Trump. “Putin, Biden yang tidak tahu apa yang sedang dilakukannya, dan Zelensky.”
Trump sebelumnya juga berusaha menjadi penengah dalam gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, meskipun upaya tersebut tidak berhasil meredakan ketegangan.

