https://duniadalamcerita.id/RI Ungguli AS, Jadi Peringkat 2 Dunia Pemilik Aplikasi Kripto

Indonesia resmi menduduki peringkat 2 dunia pemilik aplikasi kripto, berdasarkan laporan terbaru dari Data.ai. Capaian ini menjadikan RI sebagai negara dengan tingkat adopsi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, mengungguli Amerika Serikat yang berada di posisi ketiga. Hanya India yang berada di atas Indonesia dalam daftar tersebut.

Menurut laporan itu, lebih dari 6,6 juta unduhan aplikasi kripto terjadi di Indonesia selama kuartal pertama 2025. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap aset digital, baik untuk investasi, trading, maupun edukasi finansial.

Dominasi Asia dalam Adopsi Aplikasi Kripto

Meski pertumbuhan ini positif, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan edukasi dan keamanan. Banyak pengguna pemula yang belum sepenuhnya memahami risiko investasi aset kripto. Oleh karena itu, peran regulator dan edukator digital menjadi sangat penting untuk menjaga pertumbuhan yang sehat.

Asia menjadi kawasan dominan dalam adopsi aplikasi kripto, dengan India, Indonesia, dan Vietnam masuk dalam lima besar dunia. Kecenderungan ini mencerminkan tumbuhnya minat terhadap keuangan digital dan semakin luasnya literasi aset kripto di kawasan ini.

Indonesia sendiri mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah investor aset kripto yang tercatat di Bappebti, mencapai lebih dari 20 juta pengguna aktif. Mayoritas dari mereka merupakan generasi muda yang tertarik pada kebebasan finansial dan teknologi blockchain.

Faktor Pendukung Lonjakan Pengguna Aplikasi Kripto

Beberapa faktor utama yang mendorong Indonesia naik ke peringkat 2 dunia pemilik aplikasi kripto antara lain:

  • Akses internet dan smartphone yang semakin luas
  • Dukungan dari regulator dan pelaku industri
  • Tren sosial media dan edukasi kripto
  • Kemudahan transaksi dan investasi mikro

Selain itu, munculnya bursa kripto lokal berlisensi juga turut mendorong kepercayaan masyarakat dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.

Tantangan di Balik Pertumbuhan Pesat

Meski pertumbuhan ini positif, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan edukasi dan keamanan. Banyak pengguna pemula yang belum sepenuhnya memahami risiko investasi aset kripto. Oleh karena itu, peran regulator dan edukator digital menjadi sangat penting untuk menjaga pertumbuhan yang sehat.