Steak ‘n Shake Restoran AS Terima Bitcoin Pembayaran
Salah satu jaringan restoran cepat saji di Amerika Serikat, Steak ‘n Shake, Restoran AS Terima Bitcoin (BTC) sebagai metode pembayaran mulai 16 Mei 2025. Langkah ini diumumkan melalui akun resmi mereka di media sosial X dan disambut antusias oleh komunitas kripto.
Restoran ini menyatakan siap menyambut lebih dari 100 juta pelanggan dengan opsi pembayaran kripto. “Pergerakan ini baru saja dimulai,” tulis akun resmi restoran tersebut.
Didukung Komunitas Kripto dan Tokoh Besar
Sebelum pengumuman resmi, Steak ‘n Shake sempat mengunggah pertanyaan di media sosial: “Haruskah Steak ‘n Shake menerima Bitcoin?” Postingan ini langsung mendapat respons dari tokoh kripto seperti Jack Dorsey yang menjawab “ya”.
Sejak saat itu, restoran ini konsisten mempromosikan tema Bitcoin melalui kampanye visual, promosi hadiah Tesla, dan aktivitas lainnya yang menggaet perhatian pasar kripto.
Restoran Lain Sudah Mulai Lebih Dulu
Steak ‘n Shake bukan yang pertama. Sejumlah restoran cepat saji lain sudah lebih dulu mengadopsi kripto. Chipotle, misalnya, sejak 2022 menerima hampir 100 jenis kripto termasuk BTC, Ether, dan Solana lewat Flexa.
Subway tercatat sebagai pelopor pembayaran Bitcoin sejak 2013, sementara KFC sempat menggelar promosi “Bitcoin Bucket” di Kanada tahun 2018. McDonald’s juga menerima BTC di Lugano, Swiss, sebagai bagian dari proyek kripto lokal.
Pizza Hut di El Salvador menerima Bitcoin sejak negara itu menjadikan BTC sebagai alat pembayaran resmi pada 2021.
Momen Bersejarah: Hari Pizza Bitcoin
Sejarah mencatat bahwa transaksi Bitcoin pertama digunakan untuk membeli makanan cepat saji. Pada 22 Mei 2010, Laszlo Hanyecz membeli dua pizza dengan 10.000 BTC. Hari itu kini dikenal sebagai “Bitcoin Pizza Day.”
Proyeksi Besar untuk Bitcoin di Masa Depan
Menurut laporan terbaru dari Bernstein, perusahaan global diperkirakan akan mengalokasikan hingga USD 330 miliar (Rp5,4 kuadriliun) ke Bitcoin pada 2029. Prediksi ini muncul karena strategi MicroStrategy yang menggunakan BTC sebagai cadangan kas mulai ditiru banyak korporasi publik.
Sebanyak USD 205 miliar diperkirakan berasal dari perusahaan yang sudah terdaftar. Sisanya berasal dari strategi mandiri MicroStrategy dan pengumuman terbaru mereka untuk menggandakan penggalangan dana hingga USD 84 miliar sampai 2027.

