Pulau Wayag Ditutup Akses Masuknya
Aktivitas wisata di Pulau Wayag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, resmi ditutup sementara. Penutupan terjadi setelah warga memblokade jalur masuk ke pulau yang dikenal sebagai ikon wisata Raja Ampat tersebut. Pulau Wayag Ditutup oleh beberapa warga.
Pemalangan dilakukan karena konflik antara warga adat dan pihak pengelola terkait hak ulayat dan kontribusi ekonomi dari aktivitas wisata. Penutupan wisata di Pulau Wayag ini berdampak langsung terhadap ekonomi lokal.
Wisatawan Gagal Berkunjung Pulau Wayag
Akibat pemalangan tersebut, sejumlah wisatawan yang hendak mengunjungi Pulau Wayag terpaksa membatalkan perjalanan. Para pelaku wisata lokal menyebutkan bahwa kapal-kapal wisata tidak diperbolehkan merapat ke dermaga.
Warga menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes karena mereka merasa tidak dilibatkan secara adil dalam pengelolaan destinasi unggulan itu.
Konflik Pengelolaan Jadi Akar Masalah
Permasalahan utama diduga berasal dari ketidakjelasan skema kerja sama antara pihak pengelola dan masyarakat adat. Warga menuntut transparansi serta pembagian keuntungan yang lebih adil.
Mereka juga meminta agar pemerintah daerah dan kementerian terkait segera turun tangan menyelesaikan konflik.
Dampak Ekonomi dan Seruan Mediasi
Penutupan wisata di Pulau Wayag ini berdampak langsung terhadap ekonomi lokal, termasuk operator kapal, pemandu wisata, dan pelaku UMKM.
Pelaku pariwisata berharap pemerintah segera memediasi persoalan ini agar aktivitas wisata bisa kembali berjalan normal tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat.

