Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menghadapi kebijakan tarif impor baru yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah perubahan kebijakan perdagangan global yang semakin kompleks.
Deputi Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menyatakan bahwa Prabowo memiliki pandangan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia. Tiga strategi utama yang disiapkan mencakup perluasan jaringan dagang internasional, percepatan hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan daya beli masyarakat.
1. Perluasan Jaringan Dagang Internasional
Salah satu langkah utama yang diambil Presiden Prabowo adalah memperluas kerja sama ekonomi global. Setelah pelantikan, ia segera mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), sebuah kelompok ekonomi yang menguasai 40 persen perdagangan dunia.
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam berbagai perjanjian dagang multilateral seperti:
- RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) – mencakup 27 persen perdagangan global, melibatkan ASEAN, Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.
- OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) – organisasi yang menguasai 64 persen perdagangan global.
- CP-TPP dan IEU-CEPA – perjanjian yang memperluas akses pasar ekspor Indonesia.
Dengan strategi ini, Indonesia memiliki lebih banyak opsi mitra dagang, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar Amerika Serikat yang kini menerapkan tarif impor baru.
2. Percepatan Hilirisasi Sumber Daya Alam
Prabowo menilai bahwa selama ini Indonesia terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah. Untuk itu, hilirisasi industri menjadi fokus utama guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.
Langkah konkret yang telah dilakukan adalah peluncuran BPI Danantara pada Februari 2025. Lembaga ini bertugas mendanai proyek hilirisasi di berbagai sektor strategis, termasuk:
- Mineral dan pertambangan (nikel, bauksit, tembaga).
- Energi (minyak, gas, batu bara).
- Perkebunan, perikanan, dan kehutanan.
Keberhasilan hilirisasi nikel menjadi bukti nyata. Pada 2014, ekspor nikel Indonesia hanya bernilai US$ 3,7 miliar, tetapi melonjak menjadi US$ 34,3 miliar pada 2022 setelah kebijakan hilirisasi diterapkan secara serius.
Dengan kebijakan ini, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor tetapi juga mengurangi ketergantungan pada investasi asing serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
3. Penguatan Daya Beli Masyarakat
Strategi ketiga yang diterapkan adalah meningkatkan daya beli masyarakat melalui program-program kesejahteraan rakyat. Salah satu program unggulan Prabowo adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menargetkan 82 juta penerima manfaat hingga akhir 2025.
Selain itu, pemerintah juga akan mendirikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk:
- Memperkuat ekonomi desa.
- Membuka jutaan lapangan kerja baru.
- Mendorong sirkulasi ekonomi di daerah.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54 persen dari PDB Indonesia. Dengan meningkatkan daya beli masyarakat, Indonesia tidak hanya memperkuat ekonominya dari dalam tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Kesimpulan
Melalui tiga strategi utama ini, Presiden Prabowo berupaya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
- Perluasan kerja sama dagang akan memberikan Indonesia lebih banyak peluang di pasar internasional.
- Hilirisasi SDA akan meningkatkan nilai tambah ekspor dan mengurangi ketergantungan pada bahan mentah.
- Penguatan daya beli masyarakat akan memperkuat ekonomi dalam negeri dan menciptakan ketahanan ekonomi nasional.
Dengan langkah-langkah ini, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang meskipun menghadapi tantangan kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat.

