China-Rusia Murka Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Langgar Gencatan Senjata
China-Rusia Murka dengan serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada 18 Maret 2025. Serangan ini menewaskan lebih dari 400 warga Palestina dan mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 19 Januari.
China-Rusia Murka: Israel Harus Hentikan Serangan
Perwakilan China di PBB, Fu Cong, menyatakan negaranya sangat prihatin atas serangan Israel yang kembali terjadi.
“Kami menuntut gencatan senjata permanen di Gaza,” tulis Fu Cong di akun X-nya.
China juga menolak pemanfaatan bantuan kemanusiaan sebagai alat politik dan mendesak Israel untuk segera membuka akses bantuan ke Gaza.
“Sebagai penjajah, Israel harus memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional,” tambahnya.
China juga mendukung rencana rekonstruksi Gaza yang diinisiasi oleh Mesir dan negara-negara Arab lainnya.
China-Rusia Murka: Serangan Israel Tidak Bisa Diterima
Rusia juga menyatakan kemarahan atas serangan Israel yang diduga telah mendapat restu dari Amerika Serikat.
“Moskow sangat menyesalkan keputusan Israel untuk kembali melakukan operasi militer di Jalur Gaza,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya.
Rusia menegaskan bahwa membebaskan sandera melalui kekuatan militer bukanlah solusi.
“Kami mengutuk segala tindakan yang menyebabkan kematian warga sipil dan penghancuran infrastruktur sosial,” ujar Moskow.
Kremlin Prihatin dengan Eskalasi Konflik
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya jumlah korban sipil.
“Kami terus memantau situasi dengan cermat dan berharap konflik ini segera kembali ke jalur perdamaian,” ungkap Peskov.
Kesimpulan
Serangan Israel ke Gaza yang melanggar gencatan senjata memicu kemarahan internasional, terutama dari China dan Rusia. Kedua negara mendesak penghentian serangan dan kembali ke meja perundingan untuk mencapai gencatan senjata permanen.

