https://duniadalamcerita.id/ –
Bitcoin Melemah ke $92.000 . Harga Bitcoin diprediksi analis melemah ke $92.000 dalam beberapa pekan ke depan. Meskipun saat ini BTC masih bertahan di atas $100.000, beberapa analis percaya koreksi harga besar akan segera terjadi sebelum fase akumulasi berikutnya dimulai.
Prediksi ini muncul di tengah kondisi pasar yang mulai kehilangan momentum. Banyak investor besar disebut sedang menunggu momen ideal untuk membeli kembali dalam jumlah besar.

Sinyal Koreksi Mulai Terlihat
Bitcoin Melemah ke $92.000 . Menurut analis teknikal dari CryptoQuant dan Glassnode, volume transaksi menurun drastis. Selain itu, metrik on-chain menunjukkan bahwa banyak pemegang jangka panjang mulai merealisasikan keuntungan.
Hal ini bisa menjadi tanda awal bahwa Bitcoin akan memasuki periode retracement. Penurunan ke level $92.000 disebut sebagai area “support kuat” di mana aksi beli diprediksi akan meningkat kembali.
Kapan Fase Akumulasi Dimulai?
Fase akumulasi biasanya terjadi setelah koreksi harga besar. Dalam siklus sebelumnya, fase ini berlangsung selama 2–4 minggu.
Jika prediksi harga terbukti benar, para analis memperkirakan fase akumulasi dimulai pada pertengahan atau akhir bulan depan. Ini menjadi peluang besar bagi investor yang ingin masuk sebelum potensi kenaikan berikutnya.
Strategi Investor di Tengah Ketidakpastian
Beberapa strategi yang disarankan analis meliputi:
- Menyisihkan dana bertahap untuk DCA (Dollar Cost Averaging).
- Menunggu konfirmasi pantulan dari zona $92.000.
- Memantau data on-chain sebagai sinyal awal akumulasi institusional.
baca juga : Mengintip Arah Pasar Kripto di Juni 2025: Peluang dan Risiko yang Mengintai
